Sayangku, Tidak Mengapa Jika Berhenti Sejenak



Sayangku, apa kabarmu di sana? Masihkah kau ingat padaku setelah sekian lama aku tidak hadir di ruang maya ini? Banyak spekulasi yang mengatakan bahwa berhenti sejenak adalah salah satu tanda menyerah. Lihatlah, setelah apa yang terjadi akhir-akhir ini, mereka berhenti dan menyerah. Mereka salah, Sayang, berhenti (sejenak) bukan tanda menyerah. Berhenti sejenak berarti mengumpulkan energi baru. Ada yang berhenti sejenak karena memang ingin berhenti, sebelum melanjutkan perjalanan kembali. Telah panjang jalan yang kita lalui Sayang, entah sudah berapa kali kita pernah berhenti sejenak. Waktu telah membuktikan bahwa kita tidak pernah benar-benar berhenti dan menyerah.

Ada kalanya kita mengalami kejenuhan yang sama, kelelahan yang sama, tidak mengapa jika kita ingin berhenti sejenak.

Hati adalah keping yang selalu penuh riak. Ketika tercuat riak-riak tersebut, aku memerlukanmu untuk mendengarkan―mendengarkan kesyahduannya, keindahannya, dan kepiluannya. Sekadar mendengarkannya saja. Setelah itu, mungkin saja hati akan kembali damai.


Sayangku, tetaplah berbagi cerita kepada dunia. Jika kau lelah, jika kau jenuh, tidak mengapa jika berhenti sejenak.
Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Previous
Next Post »

Instagram @fardelynhacky