Gift From Mr.Kim, Aida MA




Seorang teman penulis baru saja menelurkan (ayam kali ya, pake bertelur) sebuah novel. Beliau adalah Aida Maslamah, penulis novel Looking for Mr. Kim. Udah pada tau kan novel ini.
Nah, kali ini beliau membuat sebuah kompetisi kecil-kecilan berhadiah buku Looking for Mr Kim ini. Kompetisinya berupa imajinasi seorang tokoh yang bernama Mr. Kim sebagaimana yang tergambar di sampul yang masih samar-samar. Silakan menggambarkan bagaimana karakter tokoh Mr. Kim ini sesuai imajinasi anda. Begitu kira-kira.
Dan, inilah hasil imajinasi saya
***
Kim Tae Won atau lebih dikenal dengan sebutan Mr. Kim adalah seorang laki-laki berusia 40-an. Di usianya yang sudah kepala empat, Tae Won masih masih terlihat tampan dan menawan. Wajahnya rada mirip dengan Lee Min Ho, aktor Korea yang terkenal dan ganteng itu. 
Biar kata mirip Lee Min Ho, pada dasarnya terdapat banyak perbedaan antara Lee Min Ho dengan Tae Won. Yang pertama, tentu saja dari segi profesi. Tae Won bukan aktor dan sama sekali tidak berminat untuk menjadi aktor. Tae Won adalah salah satu ahli waris  sebuah perusahaan raksasa di Seoul. Kekayaan keluarga Tae Won tidak bisa dibandingkan dengan penghasilan seorang aktor yang sedang naik daun sekalipun.
Kedua, perbedaan dari segi fisik. Jadi, Tae Won ini cuma wajahnya saja yang mirip Lee Min Ho. Tubuhnya sedikit lebih pendek dari Lee Min Ho dan terlihat penumpukan lemak di bagian perut.  Rambutnya agak bergelombang dan sudah terlihat beberapa helai rambut putih. Usia telah mengikis ketampanan Tae Won yang dulu sempat dipuja-puja perempuan teman sekampusnya, termasuk seorang perempuan bernama Maria, mahasiswi di kampusnya yang berasal dari Indonesia. Pada Maria, Tae Won menjatuhkan pilihan hatinya. Sayangnya, Maria bukan pilihan orangtua Tae Won. Lalu mereka menikah secara diam-diam.
Tae Won yang sekarang berbeda dengan Tae Won  belasan tahun lalu. Tae Won adalah lelaki berwajah pucat dan jarang tersenyum. Sejak tak mendapatkan Maria sebagai pendamping hidupnya, hidup Tae Won ibarat robot bagi keluarganya. Dia tidak kuasa menolak perjodohan dengan Park Ha, anak seorang pengusaha yang dahulu memiliki andil membuat perusahaan keluarga Kim menjadi sebesar sekarang. Takdir hidupnya mendapat banyak campur tangan dari keluarganya. Sebagaimana kebiasaan orang Korea yang suka bunuh diri jika menghadapi masalah berat, Tae Won juga pernah mencoba bunuh diri dengan menjatuhkan dirinya dari sebuah jembatan di pusat kota Seoul. Di bawah jembatan terdapat sebuah sungai mengalir di sepanjang kota Seoul. Sayangnya usahanya gagal karena kurang teliti. Ternyata, saat jatuh ke bawah, ada sebuah boat milik warga kota Seoul yang sedang melintas. Begitu melihat seseorang jatuh ke dalam sungai tersebut, kontan saja orang-orang dalam boat tersebut pada terjun ke sungai dan nolongin Tae Won. Gagallah usaha Tae Won untuk bunuh diri. Sejak kejadian malam itu, Tae Won mendapat ancaman berat dari keluarganya. Jika Tae Won melakukannya lagi, keluarganya tak akan segan-segan mempersulit Maria yang saat itu masih berada di Seoul. Akhirnya Tae Won menerima Park Ha sebagai istrinya. Tae Won tidak pernah tahu bahwa Maria sudah mengandung anak mereka, bahkan hingga Maria kembali ke Indonesia.
Enam belas tahun menikah dengan Park Ha dan telah dikaruniai dua anak bernama Kim Soo Hyun (laki-laki) dan Kim Yeon Joon (perempuan) tetap tidak mampu membuat Tae Won melupakan Maria.
Tae Won punya kebisaan makan yang unik. Setiap kali sarapan, para pembantu di rumahnya mesti menyediakan seporsi telur dadar yang harus didadar dalam keadaan gosong. Tae Won akan meradang jika telur yang didadar tidak gosong. Istrinya, Park Ha, meski tidak begitu suka dengan kebiasaan Tae Won, namun tidak pernah menanyakan lagi perihal telur dadar kosong itu karena dia tidak mau cari ribut dengan suaminya.
Pernah suatu hari, seorang juru masak yang baru bekerja di rumah  Kim membuatkannya telur dadar yang tidak gosong. Juru masak lama lupa memberitahu soal telur dadar gosong pada juru masak yang baru. Juru masak baru membuatkan telur dadar yang tidak gosong, dihias dengan indah pakai saus tomat serta maiyones, lalu ditaburi dengan bawang goreng serta paprika potong. Terlihat sangat lezat dan menggiurkan. Begitu telur dadar tersebut dihidangkan ke depan Tae Won, yang terjadi kemudian adalah, Tae Won mengamuk membabi buta, melemparkan semua makanan yang ada di meja makan hingga jatuh ke bawah. Park Ha, Soo Hyun, dan Yeon Joon kena imbasnya. Sekujur tubuh mereka belepotan dengan makanan. Juru masak baru ketakutan setengah mati. Hari itu juga dia dipecat oleh Mr. Kim karena dianggap tidak becus bekerja untuk keluarga besar Kim. Kasihan si juru masak baru, padahal yang salah si juru masak lama yang tidak memberitahunya tentang kebiasaan Tae Won. Karena begitu emosinya, Tae Won tidak ingin mendengar apapun penjelasan dari juru masak lama.
Ini dia satu lagi tabiat Tae Won. Bila sudah marah, bisa sampai di luar batas dan tidak ingin mendengar logika atau alasan apapun.  
Keluarga besar Kim sempat bingung dengan kebiasaan Tae Won yang suka makan telur dadar gosong. Padahal dulu, sebelum menikah dengan Park Ha, Kim Tae won tidak pernah meminta dibuatkan telur dadar, apalagi gosong.
Memang tidak ada yang tahu ada apa dibalik kebiasaan aneh Mr. Kim ini.
Ternyata oh ternyata, dulu ketika  Tae Won pernah hidup bersama secara diam-diam dengan Maria, telur dadar gosong menjadi menu santapan mereka sehar-hari. Meski Maria tidak bisa memasak, Maria berusaha menjadi istri yang baik bagi Tae Won.  Parahnya lagi,  Tae Won pun tak bisa memasak. Maria tidak ingin jika Tae Won selalu membelikannya makanan. Masa depan yang belum pasti membuat Maria berpikir untuk lebih baik berhemat dengan memasak makanan daripada selalu membelinya. Jadilah, setiap pagi Tae Won disuguhi nasi goreng asin dengan telur dadar gosong. Maria tidak bisa memasak makanan Korea. Makanan Indonesia saja tidak bisa dimasaknya, apalagi makanan Korea. Awalnya Tae Won merasa aneh dengan rasa nasi goreng asin dan telur dadar gosong. Pikir Tae Won, kok makanan Indonesia aneh begitu, ya. Apa orang Indonesia selalu memasak makanannya sampai gosong? Tapi karena saking cintanya Tae Won pada Maria, telur dadar gosong tersebut dimakan juga oleh Tae Won.
Dan sejak berpisah dengan Maria, makan telur dadar gosong saat sarapan menjadi kebiasaan yang tak boleh ditinggalkan oleh Tae Won. Dia menjadi begitu candu dengan telur dadar gosong.    
***
Indonesia, di suatu tempat...
Anak Maria hasil pernikahan diam-diamnya dengan Tae Won, bernama Wika. Maria meninggal ketika Wika berusia 10 tahun.
Wika tumbuh menjadi gadis remaja yang pintar, cantik, berkulit putih, dan bermata sipit seperti kebanyakan gadis-gadis Korea. Kata teman-temannya, Wika mirip sekali dengan Song Hye Kyo, artis paling cantik di korea. Dari diary ibunya, tahulah Wika bahwa ayahnya adalah orang Korea. Pantas wajahnya mirip Song Hye Kyo. Tapi dia sama sekali tidak tahu bagaimana rupa dan identitas sang Ayah.
Dan Wika memutuskan untuk mencari ayahnya di Seoul, hanya berbekal cerita ibunya bahwa ayahnya suka makan telur dadar gosong.
Sekarang Wika yang bingung, bagaimana mencari seseorang di belantara kota Seoul hanya dengan bekal ciri-ciri suka makan telur dadar gosong?
Sumber gambar dari SINI

Tulisan ini saya ikutkan pada giveaway Mr. Kim yang diadakan oleh Aida Maslamah di blog-nya.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Previous
Next Post »

8 comments

Write comments
aida_aie
AUTHOR
26 September 2012 14.49 delete

wkkkwkkk...dadar gosong...xixixixi..mantepp ah hasil terawangnya...ditunggu pengumumannya ya kak heuheuheu

Reply
avatar
fardelynhacky
AUTHOR
26 September 2012 16.14 delete

Hahaaa...saya keingat terus ama telur dara gosong :D

Reply
avatar
ke2nai
AUTHOR
28 September 2012 08.13 delete

lagi musim korea, jadi novel pun latar belakang ada korea2nya ya :)

Reply
avatar
fardelynhacky
AUTHOR
28 September 2012 16.43 delete

Iya mbaaaaak..
Indonesia booming Korea
saya pun jatuh cintrong ama drama Korea, xixixii..

Reply
avatar
1 Oktober 2012 11.49 delete

korea owhh korea mbak hacky demam gangnam style gak?? hehe

Reply
avatar
fardelynhacky
AUTHOR
2 Oktober 2012 01.16 delete

Ngaaaaak mbak.
Aku lebih demen dan bangga dengan tari Saman mbak, hehehe...

Reply
avatar
Ivonie
AUTHOR
23 Oktober 2012 14.28 delete

Novelnya salah satu dr 30 novel pilihan bentang belia ya mbak? :)

Reply
avatar
fardelynhacky
AUTHOR
30 Oktober 2012 00.54 delete

Iya mbak Ivon, ini salah satu kategori yang menang dan dibukukan.
Ohya, Alhamdulillah, berkat tulisan ini di postingan GA ini, penulisnya sudi memilih untuk menang dan berhak mendapatkan buku di atas. Udah nyampek juga bukunya ke rumah :)
Senangnyaaa :D

Reply
avatar

My Instgram