Pilih Mana, Drama Sejarah Korea atau Sejarah Tiongkok?

Ket foto: atas adalah poster drama The Empress of China (Tiongkok) dan bawah adalah poster drama King’s Face (Korea)

Sebenarnya, aku ingin menonton drama sejarah Tiongkok yang berjudul The Empress of China, tetapi… tetapi…

Iya, aku berkali-kali bilang kalau aku menyukai cerita-cerita sejarah atau cerita yang ditulis/dibuat berdasarkan sejarah, apalagi sejarah dinasti-dinasti di Asia Timur, baik buku atau film/drama. Tahun lalu aku hanya menonton sedikit drama sejarah Korea karena lebih banyak drama sejarah fantasi (setting-nya saja di masa lalu tetapi ceritanya bukan berdasarkan cerita sejarah, melainkan totally fiksi belaka). Karena keterbatasan waktu di mana aku harus membagi diriku untuk melakukan hal lainnya yang tidak hanya menonton, maka aku melewatkan menonton drama-drama fantasi tersebut, meski itu mengambil setting pada dinasti jaman dahulu. Aku hanya membatasi pada menonton film atau drama yang betul-betul diangkat dari sejarah yang ada.

Sepanjang tahun ini, aku mencatat setidaknya ada 5 (lima) drama Korea dengan mengambil setting dinasti jaman dahulu. Silakan baca infonya di SINI. Dari lima judul, sepertinya, satu judul adalah cerita fantasi saja. Bukan benar-benar ada cerita sejarahnya.  

Bagaimana dengan drama Tiongkok?

Well, aku harus mengakui bahwa aku sudah lama sekali tidak menonton film atau drama berdasarkan sejarah dinasti-dinasti di Tiongkok. Terakhir menontonnya, itu 12 atau 13 tahun lalu, atau mungkin lebih lama lagi, aku sama sekali lupa.

Hal yang membuat aku selalu tidak jadi menonton drama-drama Tiongkok di waktu-waktu terakhir ini adalah karena episodenya yang terlalu panjang. Harus aku akui bahwa terkadang drama yang diangkat dari kisah nyata raja-raja atau ratu-ratu atau putri-pangeran dari sebuah dinasti, ceritanya komplit dan panjang sekali sehingga membutuhkan episode yang panjang. Beberapa drama Sejarah Korea ada juga lho dengan episode yang panjang, bahkan ada yang lebih dari 100 episode, tetapi sangat sangat jarang. Malah akhir-akhir ini, aku perhatikan beberapa drama sejarah Korea, jumlah episodenya paling banyak 50-an, itupun sangat sangat jarang.

Sementara drama sejarah Tiongkok justru sebaliknya, jumlah episodenya selalu di atas 80-an episode, malah lebih banyak drama dengan episode yang hampir 200-an. Aku menghindari menonton drama dengan episode yang terlalu banyak. Dalam perhitunganku begini; jika aku menonton satu drama sejarah Tiongkok dengan 100 episode, itu adalah jumlah yang sama jika aku menonton 5 (lima) drama Sejarah Korea dengan masing-masing 20 episode. Tentu, aku akan memilih yang kedua. Untuk kondisi pertama, aku hanya akan tahu satu cerita sejarah saja, sementara untuk kondisi kedua, aku akan tahu lima cerita sejarah.    

Lalu, kenapa akhirnya aku ingin menonton drama sejarah Tiongkok yang berjudul The Empress of China ini?

Jadi, sebulan lalu, di Tiongkok sana lagi heboh dengan drama terbaru berjudul The Empress of China. Drama ini mengambil setting sejarah Dinasti Tang dengan tokoh utama seorang ratu yang paling terkenal di Tiongkok, bukan hanya di Dinasti Tang saja. Nama Ratu tersebut adalah Wu Zetian, Empress yang paling dikenal/terkenal sampai sekarang meski kisah hidupnya sudah berlalu ribuan tahun lalu. Ratu ini dikenal/terkenal bukan karena hal-hal yang positif, justru sebaliknya, dia adalah ratu yang memiliki ambisi yang besar menguasai kerajaan, dengan melakukan berbagai cara, yang paling utama adalah dengan mengandalkan kecantikannya untuk memikat hati Raja dan anaknya. Kisah hidupnya, selengkapnya bisa dibaca di SINI.

Yang bikin heboh sebenarnya bukan karena kisah Ratu Wu Zetian itu dibikinkan dramanya, tetapi… karena kostum pemainnya yang seksi kebangetan. Beritanya bisa dibaca di SINI.

Akhirnya, ditundalah penayangannya karena pihak televisi melakukan beberapa sensor. Dan sekarang, dramanya sudah kembali tayang di seluruh daratan Tiongkok. Akibat dari berita penyensoran tersebut, sekarang drama tersebut malah menjadi terkenal tak hanya di Asia saja, bahkan hingga ke media-media barat.

Kalau di Korea, Empress Wu Zetian ini hampir sama kayak Jang Ok Jung. Maksudku, dari segi terkenalnya. Jang Ok Jung adalah selir Raja Sukjong dari Dinasti Joseon di Korea. Dia sempat menjadi ratu tetapi kemudian diturunkan menjadi selir kembali karena akhirnya ketahuan berbuat jahat pada ratu pertama Raja Sukjong. Meski demikian, Jang Ok Jung memiliki ambisi yang sama seperti Wu Zetian, yaitu memikat raja dengan kecantikannya lalu menguasai raja tersebut.

Aku sudah menonton satu film dan dua drama tentang Jong Ok Jung. Aku menyukainya. Oleh karena itu, aku ingin merasakan sensasi yang sama dari ‘perempuan Raja yang terkenal’ versi Tiongkok. Apalagi, pemainnya adalah Fan Bing Bing.

Ketika pertama kali membaca berita bahwa pemeran utama The Empress of China adalah Fan Bing Bing, aku langsung berkata pada diriku sendiri;

“Aku ingin menontonnya!”

Oh well, aku harus menontonnya!

Kau tahu kan siapa Fan Bing Bing? Dia adalah aktris senior Tiongkok. Tahun 1998, dia pernah bermain dalam drama ‘Putri Huan Zhu’. Cukup drama ‘Putri Huan Zhu’ saja kusebutkan untuk mengingatkanmu tentang Fan Bing Bing. Siapa tahu kau sudah lupa, hehehe…

For your information, saat ini drama The Empress of China diklaim sebagai drama dengan biaya termahal sepanjang sejarah perdramaan di Tiongkok/Hongkong.

Nah, dengan kenyataan-kenyatan tersebut, aku semakin ngebet ingin menontonnya.

Tetapi… drama ini berjumlah 92 episode. Hampir 100 lah, ya.

Tetapi, ada ‘tetapi’ lain yang bikin agak sulit, yaitu aku tidak tahu akan menonton di mana, hahaa. Ternyata, dalam dua atau tiga tahun terakhir, website-website streaming agak susah menyediakan drama sejarah Tiongkok atau Jepang, terutama untuk drama-drama yang diproduksi di dua atau tiga tahun belakangan ini. Aku menduga, ini pasti gara-gara Hallyu Effect. Kau tahu, sekarang drama Korea ditonton oleh hampir banyak negara, Amerika, Eropa, bahkan sampai ke Arab Saudi. Jadinya, drama-drama sejarah Tiongkok atau drama sejarah Jepang yang penggarapannya atau ceritanya tak kalah bagus, seperti tidak ada gaungnya. Hal ini memengaruhi pada tersedianya film atau drama tersebut di website-website streaming. Mereka tentu lebih menyediakan apa yang diminta ‘pasar’. Apalagi untuk drama-drama romantis non-sejarah, wah, jangan ditanya, buanyaaaak dan laris manis di website-website streaming.

Ohya, sebenarnya The Empress of China ada tersedia di viki dot com, tetapi viki dot com tidak bisa diakses di negara ini. Ini yang membuat aku agak heran sebenarnya, kenapa Viki tidak bisa diakses di Thailand, ya? Dari semua website streaming, menurutku Viki adalah yang terlengkap karena menyediakan drama dari lebih banyak negara di Asia, yang tidak hanya Korea atau Taiwan atau Hongkong atau Tiongkok atau Jepang saja sebagaimana website streaming lainnya. Di Viki ada karya sinema Indonesia, Thailand, Filipina, dan banyak negara Asia lainnya; tetapi justru di negara ini Viki tidak bisa diakses.    
Meski demikian, aku tetap ingin menonton The Empress of China. Mungkin nanti kalau sudah selesai tayang semuanya. Mungkin nanti saat sudah kembali ke Indonesia di mana Viki bisa diakses di sana.

Tetapi, 92 episode? Duuuhmaju mundur cantik nih…  



Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...
Previous
Next Post »

7 comments

Write comments
astina ria
AUTHOR
8 Maret 2016 23.41 delete

Empres korea keren juga kak, tapi tina kurang suka endingnya, coz raja Yuan nya diakhir cerita meninggal.. hiks..hikss

Reply
avatar
Fazzams
AUTHOR
20 April 2016 14.02 delete

Iyanih, perlu juga drama cina berkualitas digaungkan suaranya, biar ada variasi

Reply
avatar
Yoekaa
AUTHOR
1 Juli 2016 10.16 delete

Saya pilih Koreaaaa ajahhh... cakep-cakep hehehe.... yang Tiongkok belum pernah liat

Reply
avatar
25 Agustus 2016 19.40 delete

Iyaya sist sediih bgt di episode terakhir ny😭😭😭
Kaisar yuan di racun sma kasim ny sendiri😢

Reply
avatar
25 Agustus 2016 19.40 delete

Iyaya sist sediih bgt di episode terakhir ny😭😭😭
Kaisar yuan di racun sma kasim ny sendiri😢

Reply
avatar
26 Oktober 2016 14.14 delete

iya kebanyakan di situs-situs streaming drama korea yang banyak, padahal drama dan film dari Tiongkok ada yang bagus juga lho, apalagi kalau yang main Fan Bing Bing :D

Reply
avatar
27 Oktober 2016 16.15 delete

wahh bolehhh jugaa yaa

Reply
avatar

My Instgram